Sunday, May 08, 2011

perempuan di sarang penyamun ;p

Kantorku mayoritas berpenghuni laki-laki. Bayangin aja, dari total 200-an orang, perempuannya hanya 3%!

Bhheeeuuhhh, bisa dibayangin, betapa minusnya pemandangan indah yang menyegarkan mata bagi lelaki-lelaki buaya darat tersebut…J. Walhasil, begitu muncul makhluk Tuhan berjenis kelamin cewek, mata cowok-cowok itu mendadak ijoooo bener…

Mulai A sampai Z akan tepe-tepe geje. Mendadak jalanan tempat cewek tersebut berada akan mengalami ‘traffic jam’.

Saking gersangnya nih kantor, dan saking hausnya teman-temanku ini, naluri mereka susah membedakan mana yang boleh dan mana yang haram untuk digoda. Mereka ga peduli, siapapun, asal bersimbol lingkaran plus, sering disikat aja...;p. Kadang, kucing-kucing dikantinpun tak luput dari godaan mereka lo…;D

Beneran, aku pernah merhatiin si meong mengalami tindakan pelecehan oleh salah seorang karyawan. Si meong yang tengah asyik ngejogrok bersantai leha leha deket tong sampah, oleh salah seorang temenku disamperin.

“ Pus…Pus… malam minggu tar kamu ada yang apelin,ga? “ Tanya Gondrong sembari jongkok. Tangannya sibuk membelai kucing itu.

Masyaallah…;)

Yang namanya kucing, jelas aja bengong.

“ Eits, dengerin ye…walopun gue nganggur, gue ogah deh diapelin elu…orang gaji tinggal 300 rebu setiap bulannya gitu kok…”

Hihihi, syukurin, si gondrong ketemu kucing matre!

Hmm, kalau ga ada kucing-kucing, apakah makhluk setengah mateng bakalan menjadi korban juga kah? Hanya waktu yang bisa ngejawab…

Nah, minggu kemarin ada yang beda. Koperasi kantor lagi kedatangan karyawan baru. Ahahayyy, cewek lo… Baru 19 tahunan gitu.

Dan…

TADAAA…

Tau apa kelanjutannya?

Semua pada heboh!!!

Ruangan temporary koperasi ada di lantai 2. Nah, di depannya ada tangga yang mirip-mirip balkon gitu. Yang apabila si cewek ini berdiri disitu, maka jadilah dia sebagai pemandangan segar di padang yang gersang ini.

Padahal, tangga mirip balkon tersebut , berhadapan langsung dengan factory. Walhasil, sebagai makhluk kurang gizi vitamin W ( wanita, red ) tersebut, para kaum adam itu menjadi norak sangat.

Bergeser dikit dari tangga, ada area mesin cutting. Di daerah itu biasanya cuma berisi 1 sampai 2 orang, ini mendadak dihuni 5 ekor hidung belang! Hehehe…Mereka bahu membahu bekerja secara gotong royong di area itu. Hmm, ga semestinya banget.

Dan seperti dikomando, dari yang bujang sampai yang sudah beranak pinak mulai comel bersorak sorai menggoda.

Hmm…

Bertahanlah! Yang sabar ya mbak menghadapi mereka…Walaupun mereka kelihatan autis dan hiperaktif gitu, sebenarnyalah mereka baik, akibat salah asuhan aja yang menyebabkan mereka berkelakuan aneh bin ajaib begitu. Selain itu, karena terlalu lama tepe-tepe pada mesin dan preboard menyebabkan mereka mempunyai kepribadian yang ganjil seperti itu …Anggap aja amal, buat senang mereka kan dapet pahala, hehehe

Monday, May 02, 2011

bos ideal

BOS IDEAL

Bos ideal ?

Bos ideal menurut kamu seperti apa??

Apakah bos ideal adalah bos yang mau menuruti semua mau kita?

Wakss, ya jelas ga mungkinlah. Karena pasti permintaan kita jadi yang enggak-enggak, jadi yang aneh-aneh…:D

Pak, tiap akhir bulan kita ke puncak dunk…! Kita bikin BBQ. Trus disitu ada renungan malam, dimana kita bisa ngomong bebas tentang temen-temen kita. Tentang kekurangan dan kelebihan mereka. Secara bergantian, kita juga bisa dinilai oleh temen-teman kita yang laen…

Setiap weekend kita buat event, pak. Makan kek, nonton bareng kek, main futsal kek…nah, dananya bapak yang nanggung…

hihihi…, walaupun ide-idenya gaul, belum genap 2 bulan, bangkrut deh bos kita.

Kalau menurut aku, bos ideal itu apabila :

· Ketika kita salah, si bos tidak perlu langsung menghakimi kita didepan orang banyak. Artinya, sebagai orang dewasa (semua pembaca ini dianggap dewasa, red), kita akan lebih bisa menerima ‘amukan’ si bos ketika kita diajak ngomong secara personal. Sapa tau dengan cara seperti itu, kita sebagai anak buah akan bisa menyampaikan secara jujur dan terbuka alasan kenapa kita berbuat yang menurut si boss adalah sebuah kesalahan. Dengan menyampaikan alasan yang ada, siapa tahu juga akhirnya boss malah bisa memahami dan mau mengerti kita… ya ga sih…?!

· Yang mau mendengar keluh kesah kita. Ini maksudnya bukan semata-mata menuruti semua-mua mau kita lo. Dengan mau menjadi pendengar anak buahnya ini, siapa tahu si boss malah dapet ide-ide baru secara ga sengaja. Jangan salah ya, dengan beban stress yang tinggi, tak jarang si boss malah ga kepikiran tentang hal-hal sederhana tapi cemerlang lo. Sementara kita yang tingkat tanggung jawabnya masih cenderung lebih dikitan, otak kita masih sempet mikirin ide-ide segar…

Pernah ga kamu tuh yang suebellll poll sama bossmu? Rasanya, apa-apa yang kamu kerjain, dimatanya ga pernah ada benernya…?

Atau, kamu ngerasa bossmu pilih kasih ? Kamu yang sudah super duper rajin amir ini, teteuuup aja dibilang males. Dibilangnya kamu lelet. Ga ada inisiatif, kurang niat kerja, kerja sembari maiiiinnnn mulu ( main game di HP, dorong-dorongan ama sesama temen, saling senda gurau, ngerjain si boss dengan nge-SMS-in disye, dengan nomer yang tidak diketahui sama si bos…;p, hihihi, makanya jangan dilakuin di line hal yang kayak begitu ya! )

Mungkin, kamu juga pernah mati gaya kalau bosmu sudah mulai membanding-bandingkan kamu dengan temenmu yang mendapat perhatian ekstra dari si bos. Padahal nih kamu tau si golden boy itu ga rajin-rajin amat kok. Kerjanya mendadak serius pas pada saat ada bos yang lagi nyamperin aja. Giliran si bos pergi, balik lagi senda gurau sama kamu…

Biar gitu, anehnya anak emas ini teteuppp aja keliatan begitu berharga dimata bosmu.

Hmm, pengen nelan tuh anak deh rasanya....;))

Dalam hati kamu, ini bukan perkara pinter ga pinter, atau rajin ga rajin, ini hanya perkara manis-ga manis dalam bertutur kata aja…Si golden boy itu ga gitu-gitu amat kok kerjaannya. Cuman lantaran dia menang dalam mengambil simpati aja, sehingga kamu jadi ga hanya kegeser olehnya, tapi malah terjungkal…

Padahal nih, kamu sudah rajin setengah hidup. Usahamu itu sudah bak kepala jadi kaki, kaki jadi kepala. Hmm, jangankan memuji, melirikmupun si boss seolah ogah.

Ggrrrrr!!!

Nah lo! muntap ga sih kamu…?!

Pengen deh tereak begini,” Duh bos, sekali kali boss jadi anak buah kek saya deh, supaya bos ngerti betapa nelangsannya diperlakukan ga adil begini…”

Hihihi…lebay!!

Tapi, temenku ada yang beruntung lo. Coba simak testimoninya:

“ Bos gue tuh top banget deh, boy… Setiap kali ada event, sukses apa ga sukses event yang sudah kita kerjain, sesudahnya dia selalu ga lupa ngucapin ‘terima kasih’ dengan gesture yang tulus ke semua anggota tim. “

Temen saya nih kerja di sebuah perusahaan EO.

“ Nah, terima kasih dengan double bonus bakal team terima kalau eventnya cenderung melewati target yang kita patok. Bossku bakal ngajak semua anggota lunch atau dinner bareng-bareng. Fiiuuuhhhh, terbayar deh rasa cape kita berhari-hari itu…” Lanjutnya lagi.

Hmm, mantap ya bos si Rayya ini. Padahal, kalau dipikir-pikir, kita kadang ga perlu mengharap yang gitu-gitu amat deh. Asal si boss mau ngucapin terima kasih dengan sorot mata yang sungguh-sungguh, yang sembari ngucapin kata itu, dia menatap kita (boleh juga dengan menjabat tangan), lalu diikuti dengan nyebut nama kita, itu rasanya sudah lebih dari cukup kok. Rasanya kita udah sangat dihargai jerih payah ini.

Betul, ga?

Menjadi bos itu gampang, tapi menjadi bos yang bijaksana itu yang ga mudah. Menurutku nih, bos yang bijak adalah bos yang mengayomi anak buah (bukan ‘membela’ lo ya…). Bos yang jauh dari sifat mengadu domba karyawan. Bos yang bisa mengambil semua keputusan dengan resiko minimal dan mau mempertanggungjawabkan keputusannya. Serta bos yang mau bertanggung jawab terhadap kerjaan anak buah. Lepas dari kerjaannya salah apa benar.

Tapi diatas semua itu, bos kita juga manusia biasa, yang tidak luput dari kekurangan. Kalau kita mau menerima hal itu, minimal ini cara manjur untuk mendamaikan hati kita pada saat kita dongkol.

Seenggaknya, sikap dan tingkah beliau itu bisa jadi cermin kita. Setidaknya kita tidak seperti itu, seandanya kita nantinya akan menjadi seorang bos.

Hai, hai… sebagai manusia biasa, si bos berbuat salah itu manusiawi kok

Sudahlah, ga perlu deh ngomel-ngomel. Kata ustadz Danu di TPI acara bengkel hati, ngomel-ngomel dan sakit hati bikin kita sakit pusing yang kumat-kumaten… Hehehe

Mending kita doain aja si boss kembali ke ‘jalan yang benar’. Dilapangkan fikirannya, dinaikkan gajinya oleh bossnya dan kita juga berusaha untuk teteup bersabar menghadapinya…

Baca sharing diatas, masih pengen nih menjadi seorang boss ?

Yang perlu kita garis bawahi, kalau nantinya kita pada posisi itu, semoga kita akan menjadi bos pengayom yang bijak, dan juga pendengar yang baik untuk bawahan kita…;)

Amin…

Sunday, May 01, 2011

puisi puisi

BUNDA YANG PERKASA

Bunda, saat pagi buta

Kau telah bergerak diantara pematang sawah

Dipunggungmu terletak seonggok besar barang

Dagangan.


Bunda, terkadang kulihat

Baju tuamu terkoyak

Punggungmu terlihat hitam menebal

Ingin kutambal koyakan itu

Dengan sebidang rumput halus

Yang kuambil dari halaman si Tuan kaya.

Bunda, sering kularang kau kerja

Enakan duduk-duduk santai

Seperti oma-opa si Tuan kaya

Yang menikmati hari tua dengan tenang.


Bunda,

Tapi apa katamu?

: Hidup adalah perjuangan,

Jangan hidup kalau tak mau

Berjuang.



PERAMPASAN

Aku tersentak kaget

Saat kau melangkah pergi

Sebab jiwaku ada padamu,

Ada pada tubuhmu

Mana mungkin aku hidup

Tanpa sepotong jiwa.

Kini aku menggigil

Sesak oleh kabut polusi kota

Yang makin menebal

Pekak oleh bising industri dan kendaraan

Silau oleh mercuri jalan

Atau buta dekat lorong-lorong

Rumah keabadian.

Kembalikan jiwa itu kepadaku!

Atau aku harus dendam padamu?

Sepanjang waktu

Terus sampai keturunanmu?


SUNGAI KITA

Sungai kita yaitu bianglala

Tempat dulu menyelam. Memburu

Udang dan ikan sepat buat makan malam

Sambil debatkan budidaya dan kelestariannya

Sungai kita adalah benteng hidup

Yang indah. Dikelilingi taman bunga

Nan harum

Hingga kita terbius slogan kosong

Anti pencemaran

Lalu terbui diatas ranjang

Sambil dengarkan kisah

Tentang hijau dan keserasian surga

Sekarang,

Sungai kita mungkin cermin kusam

Yang memantulkan realita

Bahwa kita jorok. Kita sering

Menuangkan limbah ke permukaan

Atau membabat taman bunga

Hingga udang dan ikan sepat

Sesak nafas

Lalu bau bangkai menyebar

Kini kita rindu menyelam

Memburu udang dan ikan sepat

Buat hiburan

Tapi lingkar noda yang kita dapat

Lalu menjerat nekat

Sungai kita adalah neraka

Tempat udang dan ikan sepat

Tergencet sudah