Monday, March 15, 2010

Satu Tahun Lalu...

Pagi-pagi kuselesaikan cerbung majalah femina yang sudah beberapa lama tak tersentuh karena tugas kantor selalu kubawa ke rumah…

Cerita bersambung berjudul Pelabuhan Hati itu sudah sempat kubaca bagian satu dan dua. Bercerita tentang kegigihan seorang dokter hewan asli Jawa yang merantau ke daratan Sulawesi. Sang pengarang begitu detail bercerita tentang Sidrap, Pare Pare, Pangkajene, dan beberapa kota lain lintas propinsi seperti Menado. Manis tutur katanya yang terajut rapi kedalam tulisan itu, sukses menyeret ingatanku kembali ke masa satu tahun lalu, tentang cerita yang demikian detail juga tentang sebagian bumi Sulawesi.. Tentang budayanya, tentang kosakatanya, tentang dialeknya. Jadi teringat lage…:-)

Friday, March 12, 2010

Daftar Kado yang Aku Ingin ;-p

List dibawa adalah daftar barang-barang yang aku pengen pada ultah nanti. Daftar ini sengaja dibuat agar pemberi hadiah tidak salah beli :-p (yeah, daripada sudah beli mahal-mahal tapi tidak sesuai dengan yang aku ingin?!).

Berpikiran positif bahwa orang-orang sekitar, sanak keluarga, handai taulan, rekan sejawat, klien, supplier dan customer akan kebingungan menjelang hari H ultahku nanti. Kalau di soal-soal ulangan umum maupun UNAS serta UMPTN (entah sekarang istilahnya apa…) ada buku panduannya, maka blog ini juga dibuat dengan maksud yang kurang lebih sama… :-D.

Daftar ini dibuat dengan tingkat harga yang variatif. Sungguh, penerima tidak akan membedakan barang yang diterima mahal ataukah murah. Yang penting ikhlas dan suka sama suka. Lhoh ?! ;-p

Berikut:

1. HP merk HTG32 LINK
2. Celana jins merk Lee Cooper, Lea, Lois …(sesuai ukuran)
3. Kemeja kerja Accent, Triset (biasa L atau size 12)
4. Celana kanvas
5. Jaket kain
6. Voucher belanja Sogo, Matahari, Hypermart, Carrefour etc…
7. Voucher tas Elisabeth
8. Wacoal :-p

Nah, boleh dipilih sesuai dengan kondisi kantong pemberi, bukan kantong doraemon. Terima kasih perhatiannya pada postingan penting ini...:-).

Thursday, December 17, 2009

Salah Masuk Kamar... :-(

Selasa-Rabu kemarin, kebetulan aku diundang sebuah dinas pemerintahan yang mo ngobrolin tentang beberapa aturan *bla...bla...* :-)
Jujur, sebenarnya pas baca undangan mereka, aku sempet mikir dan tercenung, " Apa dinas ini gak salah undang aku...? "
Bagaimana enggak, mereka mo omongin cukai (perush rokok), padahal kantorku industri otomotive...?!
Tapi, pas liat materi yang mo disajikan, karena disitu ada juga yang menjadi pekerjaanku sehari2, aku akhirnya memutuskan untuk datang.
Sungguh diluar dugaan, ternyatalah dari orang2 yang hadir, yang mayoritas dari perusahaan rokok dan lebih dari 75% adalah lelaki itu, mereka dengan cueknya merokok...:-(
Bahkan ada lo beberapa panitya dari dinas juga ikutan merokok sembari ambil foto foto. Haduh2...
Dimanakah naluri mereka,sih...?
Aku ngomel2 dalam hati sembari kipas-kipasin muka dengan kertas makalah.
Bayangin aja, mereka ini lo di ruangan tertutup, ada beberapa perempuan juga.
Aku cium kulit lengan dan bajuku. Bheehhh, bauk rokok buanget.
Aku tengok jendela yang kebetulan tertimpa sinar matahari, disitu juga terlihat jelas kepulan asap yang membuat udara berwarna keruh...
Untung aku datang telat dan duduk dibelakang sehingga sekali waktu aku keluar sebentar untuk menghirup segarnya udara pegunungan ini. Tidak hanya nafas, mata juga perih bukan main....:-(
Keluar ruang sosialisasi, aku teringat kala keluar dari Hard Rock cafe bersama-sama teman kantor, beberapa tahun lalu... ;-p :-)

Sunday, December 13, 2009

Banyu Biru Pasuruan

Tau engga kalo di Pasuruan ada pemandian yang bernama Banyu Biru? Sebelumnya, aku hanya pernah mendengar namanya saja. Belum pernah ke sana dan tidak pernah punya rencana ingin ke sana. Tapi, tak ada hujan, tak ada angin, datang ga diundang pulang ga nunggu di usir, ada 3 teman dari berbeda profesi, sdr Y & S, serta sdri D (terpaksa nama disamarkan karena taruhan beliau beliau ini adalah jabatan yang tengah diembannya), mengajak jalan ke sana. Yo wiss…

Perjalanan dimulai dari Pandaan tercinta kurang lebih pukul 13.25an, lalu kita menuju kearah Pasuruan. Berhubung jam segitu waktunya makan siang, kita jam 15.00 sengaja ngisi perut ke rumah makan BU ANIS, kalau ga salah itu daerah Gondang Legi (wah, geografiku untuk beginian memang payah…).

Model rumah makannya nih ber-leseh2an gitu, diantaranya banyak pohon2 besar sehingga membuat suasana rumah makan tersebut rindang.
Setelah kenyang bersantap siang, kita lanjutkan ke tujuan awal, Banyu Biru. Hari sudah sore (lupa ga liat jam berapa telah sampai disini..:-p), tapi yang jelas masih banyak pengunjung yang berada di area wisata.

Sampai parkiran.

Beli tiket masuk.

Murah lo…2 rebu per/org.

Dan, ternyata…

Jreng-jreng…

Banyu Biru adalah sebuah area pemandian yang dilingkupi pohon-pohon beringin besar. Aku sempat tengak-tengok, air dalam kolam yang super jernih sampai ikan-ikannya ini jelas terlihat, berasal dari mananya ya??

Mau nanya teman-temanku yang budiman ini, kok rasanya ga mungkin. Bukannya apa-apa, tapi terkadang keterangan mereka suka menyesatkan. Akhirnya, alih-alih beli teh botol “S” yang sangat kugandrungi ini, aku nanya-nanya ibu penjual.

“ Bu, airnya kolam pemandian ini dari mana ya asalnya? “

Ibu ini sesaat bengong.

“ Lhah, ya dari sumber asli dong, mba… “

Adoh, ibu ini. Lha aku ini kan nanya, kok jawabannya itu lo…:-(

“ Sebelah mana bu, saya ga melihatnya… “ aku masih bingung.

“ Itu…! “ si ibu penjual menudingkan jari tangan kanannya. “ Yang di dekat patung itu…! “

Dari jarak penjual makanan2 ringan ini, sekitar 50 meter di depannya, memang ada sebuah patung KALA (bukan double L lo!). Tapi patung itu belum sempat kudekati.

“ Sumbernya keluar dari dalam, mba.. “ Gitu lagi katanya lebih ramah dan jelas kali ini.

Aku manggut-manggut.

“ Berapa bu tehnya? “ Aku meletakkan sebotol teh yang telah tandas kepadanya.

“ Tiga ribu… mmm, kembaliannya minta uang logam ka? “

“ Ah ya, boleh… “ jawb saya.

Memang, di pemandian Banyu Biru ini ada “atraksi lain” yang dapat kita nikmati. Beberapa anak usia SD an gitu, banyak yang mencari rejeki dari koin lemparan pengunjung. Jadi, si anak-anak ini akan berjajar sepanjang kolam, lalu mereka akan terjun ke dalam kolam tidak lama setelah pengunjung melemparkan koin-koin uang logam. Biasanya 5 ratusan gitu… Tapi, ya terserah pengunjunglah… :-)
Kolam sumber itu terdiri dari 3 jajar yang berbeda ukuran dan kedalaman. Kolam 1 relatif paling besar dan dalam, dibandingin sama kedua saudaranya. Kolam kedua yang ada disebelahnya, luasnya lebih kecil dan agak sedikit lebih dangkal. Kolam medium ini biasanya digunakan oleh perempuan dan anak-anak, karena relative lebih aman. Kolam yang terakhir, mungkin karena dia ragil, memiliki space yg paling kecil serta diujung. Di kolam paling buncit ini, orang menggunakannya untuk mandi dan cuci baju. Tidak heran, banyak buih sabun di sini. Oh ya, dikolam terakhir ini, juga merupakan buangan dari kolam kesatu dan kedua karena memang airnya dibuat berhubungan dari kolam terbesar menuju kolam terkecil. Diantara kolam kedua dan ketiga ini, karena ada jalan selebar 1 meteran gitu, sama pengelola dipakai sebagai tempat cuci motor pengunjung. Mungkin si motor juga supaya dapat berkah “panjang umur dan awet muda” dari air sumber tersebut… :-p

Selain kolam yang berasal dari sumber, ada juga kolam renang buatan. Besarnya sekitar 15 meter X 20 meter gitu…

Selain itu, bagi pengunjung yang suka bermain-main ayunan, jumpat jumpit atau selurutan, disediakan juga alat-alat tersebut.
Yang sayang satwa, juga bisa melampiaskan rasa sayangnya tanpa perlu takut untuk diseruduk gajah, jerapah, keledelai yang berukuran jumbo karena, sesungguhnyalah binatang-binatang tersebut tidak bergerak dan tak pernah melawan.
Satu-satunya binatang hidup, hanya satu keluarga monyet yang terdiri dari sepasang ortu serta 1 ekor anaknya yang imyut abis…

Akhirnya, 17.15 kita keluar dari area Banyu Biru.

Tujuan kita selanjutnya, mampir ke kios durian pak Haji Mat. Menurut “pak driver” ( ;-p ), durian bapak haji ini top bangets..

Sampai kios durian tepat ketika magrib berkumandang.

Ini percakapan orang geblek vs pak Haji Mat selaku pemilik kios:

“ Pak, gimana ya caranya supaya abis makan nanti tangan saya gak bauk ?
“ saya memandang pak Haji lurus-lurus.

Pak Haji menoleh sekilas.

“ Taruh aer dipelepah bagian dalam kulit buah duriannya ya,pak ? “ Saya lanjut lagi.

Jawab pak haji sungguh menohok, “ Ya enggaklah mbaaakkkk.... klo gak mau bauk.... ya jangan makan....”

Hmmm, sembharangan bapaknya ini… :-(



13 Dec...

Lilis san, Tanjoubi Omedetou Gozaimasu. Genki ni ! :-)

Sunday, December 06, 2009

Singkatan-singkatan Perusahaan

* Arena Job Market Fair, Wilwatikta Pandaan 2-3 Des 2009 *

Di depan stan no. 3, di mana perusahaanku ber-stan di situ, berdiri seseorang ( ga jelas nih, dia pemilik stan atau pencari kerja…)

“ Eh, nama perusahaan mu ko’ mbingungin gitu sih...” Dia mengamati stanku, mendongakkan kepalanya, lalu memandang ’nama stanku’ yang terpampang di bagian atas stan yang berbentuk kubikel-kubikel itu.

” Hwa? ” aku memandang bingung.

” Iya, ga konsisten...”

Keningku berkerut-kerut. Kalau dibahasakan dalam kalimat verbal ”maksod lo??!!”

” Bayangin aja...” dia berhenti sejenak,” Masa abis A, lalu B, kembali lagi ke A. Huuhh...” sambung orang iseng ini lagi.

Hehehe, asem lo...:-)

” Berarti, perusahaan depan tuh cerdas buangetts, ya...” aku ngomong gaya alay, lantas menunjuk stan depan perusahaanku yang kebetulan punya nama ABC, ” Pinter, konsisten sekali dan runtut. Dari A, menjadi B, lalu berkembang ke C...halah!! ”

” Ah ya, ya... ” orang ini lantas ngeloyor pergi.

Aku jadi ingat percakapan driver-driver di kantor beberapa hari lalu. Salah satu dari mereka keukeuh ga mau merokok dengan merk rokok tertentu karena takut setelah menghisapnya akan jadi 'makin bingung'... :-p

Coba, apa hayo...? ;-)

Friday, December 04, 2009

" Halah...Gilo, Fa...! "

Pernah sedih, ga ?
Trus kalo sedih biasanya karena apa? Effect sedihmu kaya bagaimana?

Beberapa temanku berkomentar sedih mereka karena,

Teman 1 : " Aku sedih pas ga punya duit, Fa..." responnya cepat. Kamu bukan lagi kumat matre kan, Crot?! :-p

Teman 2 : " Saya sedih kalo masalah sy ga selesai2... "

Teman 3 : " Aku sedih karena suamiku tuh ya, bla bla bla... begini... begitu..., duh... !! "
Lalu mba ini mukanya berkaca-kaca. Yang sabar ya, Jon...

Kamu sendiri biasanya menyudahi sedih lewat apa?

Kalo aku, aku sediiiihh banget kalo "area pribadiku" diobrak-abrik... Padahal, sedapat mungkin dalam setiap langkahku, aku berusaha untuk selalu ga mencampuri urusan orang lain. Walaupun mereka sodara dekat sekalipun. Sekalipun mereka:

1. Baru aja di PHK dari kantornya...
2. Lagi berselingkuh...
3. Sedang kaya raya...
4. Mo menikah lagi dengan istri ke-2 nya...
5. Dll...dst...

Aku bukan sedang ga care sama mereka, tapi aku pikir, dengan mencampuri dan bertanya2, itu akan membuat si pelaku spt sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Aku berusaha "ga mo tau", spy mereka nyaman...Walopun sebenarnya aku tau dan peduli...Aku hanya mo ikut memberikan solusi ketika diminta, ketika diceritai aja...itupun bukan dari aku yg memulai...
Aku berusaha memposisikan diri mereka sbg diriku. Kadang akupun ingin punya ruang khusus sbg gua persembunyianku. Kadang aku juga pengen bebas dari kecomelan mereka...
Tapi dalam lingkunganku, selaluuuu aja aku masih nemuin orang yang "sok care" begitu... :-(

Susahnya nih, sedihku bisa mempengaruhi pola makanku...

* Rumah makan Putri Sunda Pandaan suatu siang *

Di atas meja sudah terhidang : nasi dalam bakul kecil, gurami bakar, cumi-cumi asam manis, tahu dan tempe goreng, karedok, es kelapa muda...

Aku mulai mengambil nasi dan sesendok cumi, lalu mulai memakannya dengan males-malesan.

" Kok makan kamu sedikit sekali? Tumben deh... " temanku yang lagi tajir ini berkomentar.
" Aku lagi sedih nih... " jawabku dengan tampang sangaaaatt melass.
" Halah, gilo Fa...!! " responnya cepat tanpa tedeng aling-aling.

Doh, kok ga percaya sih mereka, ternyata...:-(

" Kamu yang sesinting ini bisa sedih? Hahaha... " tawanya membahana jelek mengejek.

Nasib...