Friday, January 25, 2013

Curcol Kantor - Anjar Oktaviani



Judul     : curcol kantor
Penulis : anjar oktaviani
Penerbit: Bukune
Halaman x+242
Harga    : 37.000
Cetakan I Juli 2011

Pertama kali ngeliat buku ini di display tobuk, entah kenapa saya tertarik untuk memiliki. Padahal hanya melihat sekilas judul, warna buku yang menurut saya manis, dan kartunnya yang lucu.

Hal selanjutnya yang saya lakukan, ngebaca sinopsis dibelakang sampul. Saya percaya, untuk melihat sekualitas apa isi buku komedi yang ada dalam sebuah  buku baru, biasanya dapat saya rasakan lewat contoh cuplikan yang berada dibelakang sampulnya. Ternyata, sampai dikata terakhir, keren juga contoh tulisannya. Lalu saya lirik harga. Syukurlah tidak sampai menyunat habis uang transport satu hari ke kantor. Pikir saya, tar kalau benar-benar kehabisan uang transport, nebeng saja ke teman dalam seharian. Hehe..

Baik di cover depan dan belakang tidak ada endorsment dari penulis terkenal, maupun artis yang lagi naik daun, seperti biasanya pada sebuah buku. Tapi saya tidak memandang sebelah mata terhadap buku yang tidak ada endorsernya. Mungkin saja Anjar Oktaviani memang pendatang baru dibuku komedi, tapi bukan berarti bukunya tidak bermutu dan berisi guyonan garing kan? Mungkin juga dia tidak sempat mengirimkan ke penulis, maupun artis terkenal untuk mengomentarinya. Benar kan? Atau mungkin juga, dia pede tingkat tinggi sehingga ada-tidaknya endorser bukan suatu bukti kalau buku itu bisa atau tidak untuk menjadi cetak ulang dan cetak ulang sehingga menuju best seller. Iya gak, iya dong…

Menurut kebiasaan saya, mulailah membaca sebuah buku dengan lebih dulu membaca pada halaman awal. Entah itu berjudul mukadimah, prakata atau ucapan terima kasih dari penulis.
Dari tulisan awal ini akan membuktikan kepiawaian penulisnya. Diawal-awal saja saya sudah ngikik membaca say thanks ala Anjar Oktaniani ini. Semakin kedalam membaca lembar demi lembar, semakin membuat ngikik saya berubah ngakak.

Buku curcol kantor ini sangat cocok dibaca oleh pegawai kantoran baru atau anak kuliahan yang akan lulus dan bersiap siap mencari kerja. Bukannya apa-apa, tapi dengan membaca buku ini, kalian akan mendapat gambaran awal saat menjelang memasuki dunia kerja yang kata Anjar nan cerah dan penuh tantangan (dihalaman 1). Tenang, kalian jangan panic dan parno duluan. Kalian ternyata tidak sendirian kok. Didalam buku ini dikupas habis A sampai Z suasana, pergaulan dan dunia kerja itu seperti apa secara nyatah dan apah adahnyah...:)

Buat yang sudah bangkotan alias malang-melintang didunia perkantoran dan sekarang sudah tidak lagi menjadi anak bawang, buku ini bisa dijadikan napak tilas dan reunian sehingga ketika sudah habis membacanya bakal berseru girang,"Ah dulu gue juga sempet unyu juga lho!"

Buku setebal 242 halaman yang terbagi dalam 36 curcol. Seperti halnya judul yang tertera, tokoh utama yang bernama pena Anjar dan nama panggilan saying dari gangnya: Cumi ini, memulai cerita pertamanya ketika berpredikat sebagai anak bawang yang putih, dilanjutkan interaksinya dengan para senior yang tentu saja sudah berumur. Satu yang juga tidak lepas dari celaan yaitu si bos. Dengan bahasa jujur dan konyol semua dibahas lengkap. Yang menarik, walaupun ada banyak sisi hitam si bos yang dibahas tuntas,  Anjar juga menceritakan sisi putih sang bos. Mengajarkan pada kita, disamping kekurangan, sebagai manusia tak sempurna, si bos juga punya sisi baik, yang bisa dinikmati pada hitam putih bosku. Sebagai penutup, curcol berjudul outbond berhasil membuat saya ngakak sumpah! :D

Gaya bahasa dan bertutur Anjar yang sederhana dan sehari hari-hari dan membumi, membuat buku ini jadi obat refreshing buat otak yang mulai bolot efect dari ketumpuk-tumpuk sama dokumen.
Tidak ada yang kurang dari buku ini, tapi satu hal sja yang sedikit menganggu, karena bersetting Jakarta, saya yang bukan warga ibu kota kerap mikir dengan jalan-jalan yang disebut oleh Anjar. Tapi itu hanya sedikit saja sih, tak sampai ganggu lalu lintas dan bikin traffic ngejam. Hihi… Eits, bisa jadi itu juga sebuah kelebihan ketika suatu hari nanti, kita pindah ke Ibukota, yak?!  


1 comment:

Enchuz said...

bisa di pinjem...

*numpang gratisan juga hehehe